Vini Salma Fadhilah

Judul di atas adalah nama lengkap saya. Sering dipanggil Vini, Vini The Pooh, Vini Wini Bitty, Vini Vidi Vici, Pini Baiq, Monas, Taraje, tapi kalau teman-teman yang sudah kenal saya dari SD atau SMP biasanya mereka panggil saya Ama. Dan itulah kenapa saya suka terharu sendiri kalau ada yang panggil saya Ama padahal belum kenal lama.

Saya lahir di Bandung tapi sejak umur dua tahun tinggal di Cileungsi, Bogor coret mepet Jakarta. Saya tinggal di sana sampai lulus SD.

Saya anak keenam dari enam bersaudara. Tapi sekarang kakak saya tinggal satu.

Saya telat masuk SD. Hih. Saya masuk SD waktu umur saya hampir 7 tahun.

Waktu masuk SMP, hal yang paling saya takutkan adalah tambah tinggi. Tapi, dulu waktu minggu awal masuk SMP, saya diajak bergabung dengan klub basket sekolah. Dan sejak saat itu, saya jatuh cinta dengan cabang olah raga basket lebih dari saya jatuh cinta pada laki-laki mana pun (kecuali ayah). Saya rela kulit saya jadi hitam, jadi berkeringat, menyisihkan uang jajan buat uji tanding di GOR, buat beli sepatu, tapi yang pasti, saya bahagia.

Ah, basket. Rindu sekali. Melelahkan memang. Tapi, sungguh, saya belajar apa yang tidak mungkin saya dapat di dalam ruang kelas. Saya belajar menyeimbangkan waktu belajar, latihan, dan istirahat. Saya memiliki keluarga di sana. Saya belajar bagaimana caranya percaya pada teman satu tim dan bagaimana caranya mengemban kepercayaan mereka. Dan saya selalu merasa sehat. Itulah anugerah paling indah.

Saya bukan pemain yang andal. Bahkan salah satu pelatih saya berkata bahwa saya bukanlah pemain berbakat. Tapi saya adalah pemain yang rajin latihan, katanya.

Tapi, saya harus meninggalkan basket pada bulan September 2014. Alasan yang tidak bisa saya tulis di sini. Rasanya–walaupun saya belum pernah merasakan punya pacar itu seperti apa–seperti putus dengan pacar yang sudah kau cintai selama empat tahun.

Tiap lihat lapangan, jersey, bahkan bola dan alat-alat latihan di rumah, saya cuma bisa nangis. Oke kalian bisa bilang saya cengeng. Tapi memang kenyataannya seperti itu.

Pelampiasan saya waktu itu cuma teman-teman KAMISAMA– yang menyebalkan, mengesalkan, tapi saya bangga punya teman sekelas seperti mereka–menggambar, buku, dan kadang-kadang menulis.

Soal menggambar, sebenarnya saya sudah suka sejak usia lima tahun. Tapi, sekedar suka. Kalau soal membaca, saya mulai suka baca buku di luar buku sekolah sejak saya duduk di kelas delapan. Buku pertama yang saya baca waktu itu adalah buku Imajinatta karya Mia Arsjad. Setelah itu, lanjut dengan Tetralogi Empat Musim karya Ilana Tan. Dan semakin ke sini, saya suka buku dengen genre sci-fi, thriller,  filsafat, dan buku-buku sejarah.

Kayaknya, perkenalannya sudah terlalu panjang, ya?

Singkatnya, saya cuma perempuan yang lebih tertarik dengan diskon buku daripada diskon baju. Bukan penggila kopi, hanya penikmat cappucino dan secangkir senja. Penggemar berat langit lengkap dengan awannya kala fajar, senja maupun ketika gelap pekat. Hujan? Jangan ditanya.

Berkaitan dengan paragraf di atas, hal yang paling saya suka adalah lihat langit dan hujan. Khususnya senja. Kebiasaan saya hampir setiap sore (sekitar pukul 17.20-adzan maghrib) adalah duduk di tembok dekat atap rumah. Saya cuma duduk sambil melihat senja yang cantik itu ditemani secangkir teh atau cappucino. Merasakan angin sore. Dan kebetulan sekali rumahku menghadap ke timur. Selama yang aku lihat, senja paling cantik datang ketika hujan datang di siang hari dan berhenti sekitar pukul 16.30 juga pada bulan-bulan di musim kering.

Selain senja, fajar juga cantik. Fajar selalu datang dari belakang rumah. Tapi saya jarang menyapa fajar karena tugas negara.

Dan yang jarang dinikmati orang kebanyakan adalah langit malam. Dan pada bulan Agustus, mereka itu cantik sekali. Sungguh, “Nikmat Tuhanmu yang mana yang dapat kau dustakan?”

Sepertinya cukup. Kenapa tiba-tiba saya tulis ini? Entah. Hanya ingin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s