Diposkan pada #jumblingjuly2017, Uncategorized

Gelap

Lampu sudah dimatikan. Dian terlentang berbalut selimut. Menarik napas berat sambil menahan sakit. Matanya masih terjaga. Semuanya tampak sama. Tak ada yang membedakan mana lemari mana dinding. Mana jaket yang digantung mana sesuatu yang bergelantungan. Itulah mengapa kita nyaris selalu takut dalam gelap. Karena kemampuan yang kita agungkan kala siang tak berguna dalam gelap.
Dian selalu berpikir yang aneh-aneh tiap gelap datang. Mungkinkah suatu entitas dari alam lain sedang berdiam diri di bawah ranjang tempat tidurnya? Atau ada sesuatu yang sedang memperhatikannya tanpa ia sadari? Atau tiba-tiba saja di dalam selimutnya sesuatu yang menyeramkan ikut bersembunyi.

Tapi, sudah beberapa bulan ini gelap tak membuatnya begitu takut. Bunyi mesin di sampingnya lah yang membuatnya takut. Bagaimana jika bunyinya berhenti? Jika itu terjadi, maka ia akan pergi menuju entah ke mana. Mungkin gelap. Mungkin terang. Tak ada yang tahu. Karena yang sudah tiba di sana tidak bisa mengabari yang di sini apakah di sana gelap atau terang. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s