Diposkan pada Uncategorized

Malam

Rara kembali menyesap kopinya yang mulai dingin. Malam kini mulai panjang kembali. Lakuna yang sebelumnya selalu meletup kini sedikit bungkam. Dia tak henti-hentinya mengutuk diri. “Bodoh. Tolol. Dasar polos.” Kalimat yang berulang kali ia ucap bak zikir. 
Matanya menatap kosong pada secarik kertas putih bergambar di papan tugas dan deretan buku yang menatapnya heran sedari tadi. “Kenapa lagi?“ Mungkin begitu kata mereka jika mereka bisa bicara. 
Rara menghela napas panjang kembali. Tujuh kali purnama berganti, jika ia diperbolehkan menghitung. Satu harinya tak pernah berhenti. Dan kini ia kebingungan. Haruskah berhenti sejenak untuk menarik napas dan menyadarkan dirinya kembali bahwa ia tetap bukan sesuatu yang benar-benar diinginkan atau berusaha baik-baik saja seperti biasanya? 
“Mengapa rasa penasaran selalu berujung dengan bunyi retak di dalam sana?” Tanyanya pada diri sendiri. Semuanya terasa serba salah baginya. Ia tak pernah berharap lebih. Tidak. Karna sang malam kini amat jauh dengan senja yang dulu pernah dipujanya. Sang malam selalu berbaik hati. Sang malam selalu mendengarnya. Sang malam selalu menjawab semua gelisahnya. Sang malam selalu tersenyum tiap kali melempar lelucon padanya. Teramat jauh dengan senja yang dingin meski ada di tengah kemarau. Senja benar-benar amat jauh dengan sang malam yang amat baik. 
Malam sering menyanyikannya syair-syair indah. Menemaninya sampai lelap. Tapi kini Rara sadar. Semua yang dilakukan malam padanya adalah suatu pengulangan pada sosok lain di masa lalu. 
Malam tidak pernah berkata apa pun. Tak ada hitam di atas putih. Semuanya hanya berdasarkan persepsi. Dan itu amat menyebalkan. Rara tak pernah ingin menyalahkan malam. Tak ingin juga malam menjadi dingin. Ia hanya mengutuk diri atas dirinya sendiri. Yang terlalu polos. Yang tak pernah punya teman seperti malam. 
Rara seharusnya tahu. Ketika ia sudah melupakan senja yang dulu lama ditunggunya, malam masih belum melupakan sosok sebelumnya. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s