Diposkan pada Uncategorized

Aku Takut

Aku takut

Bahwa di setiap kata yang sedang ku tulis ini ada namamu menyelinap
Aku takut 

Malam menjadi semakin bisu karena kegaduhan yang kita buat di langit-langitnya
Juga pada tawa-tawa getir itu

Atau pada tatap mata yang entah apa maksudnya 

Ditambah senja yang semakin pekat oleh rindu yang tak berkesudahan
Aku takut

Jika pada akhirnya hanya aku yang menyelam di palung terdalam hibatmu

Hanya aku yang merasakan bahwa setiap harinya jelaga hibat itu makin hebat

Hanya aku yang merasa bahwa semua kegilaan ini adalah nyata
Sedang kau hanya duduk ditepian perahu sambil bertanya seberapa dalam palung itu

Atau duduk manis tumpang kaki sambil menatap langit dan berkata bahwa hibat itu tak pernah ada

Dan semua kegilaan ini hanya sebuah hiburan semu
Aku takut

Aku takut

Bahwa semuanya akan kembali ke awal:

kita tidak pernah saling mengenal

Iklan