Diposkan pada book review

Book Review in 2016 #11

25 Books to Read in 2016

Done reading : 11 books.

 

Iblis Menggugat Tuhan (The Maddnes of God)

Penulis: Da’ud Ibn Ibrahim Al Shawni

Penerbit: Dastan Books

Penerjemah: Bima Sudiarto & Elka Ferani

Foto buku oleh Eka Wahyu Anggraini

 

IMG_20150731_114529.JPG

THE MADNESS OF GOD-Pernahkah kalian bertanya-tanya soal eksistensi Tuhan? Kita tahu bahwa Allah Mahabaik. Kita tahu bahwa Allah Mahakuasa. Lalu, kenapa di muka bumi ini masih ada kejahatan? Apakah ada kekuatan yang setara dengannya, yang dapat membuat kekacauan dan kesesatan sehingga Ia tidak dapat menanganinya? Tapi, bukakah tuhan kita adalah Yang Tak Tertandingi, yang tidak ada sekutu baginya? Kepercayaan kuno Mesir percaya bahwa ada Ra sebagai pemilik cahaya dan kebaikan, tapi ada pula Apopis sebagai pemiliki kegelapan dan kekacauan? Lalu, jika seuatu yang kita anggap tuhan memiliki tandingan, maka pantaskah ia disebut sebagai Tuhan?

Pada suatu malam di mana Buhairah bertemu dengan Nabi Muhammad muda, Buhairah berdebat dengan Iblis yang sedang menangis darah di tepi sungai. Sebelum dikutuk, Iblis terkenal sebagai makhluk-Nya yang amat taat. Tapi, ia dikutuk setelah menolak bersujud pada Adam. Iblis mengatakan, “Aku diciptakan dari api, sedangkan Adam hanya dari tanah.” Iblis berdalih, “Bagaimana mungkin aku bisa bersujud kepada selain Dia? Sedangkan aku diperintahkan hanya untuk sujud kepada-Nya? Perintah untuk bersujud kepada Adam hanyalah ujian darinya untukku , apakah aku benar-benar memujanya atau mau berpaling pada makhluk yang terbuat dari tanah itu?”

“Bukankah kemauanku sendiri untuk tidak sujud kepada Adam. Tapi kemauan-Nya. Karena aku tak memiliki hak atas keinginanku sendiri,” lanjut Iblis. Iblis terus berargumen bahwa ia tidak benar-benar bersalah atas apa yang telah ia lakukan. Tapi, apakah itu benar?

Pada bagian ini, saya diajak untuk belajar sedikit memahami apa yang tidak akan pernah bisa kita pahami dengan benar. Pada bagian ini, ada tiga kutipan favorit saya,

Hanya ada satu Tuhan. Tuhan Yang Mahaesa. Kekuasaannya mutlak atas seluruh jagat; jika tidak, Ia tak akan pantas menyandang nama Tuhan.

Ketahuilah, sesungguhnya keesaan Allah itu tersembunyi dari menara logikamu. Singkirkan keraguanmu. Pengetahuan tentang keesaan Allah sungguh berbahaya, dan yang mencari mudah sekali tersesat.

Jangan tanyakan pada Tuhanmu apa yang sesungguhnya tak sanggup engkau dengar. Tak usah engkau tempuh jalan ini, karena memang bukan jalanmu.

THE MEN WHO HAVE THE ELEPHANT-Kisah ini datang ketika Raja Dari Yaman, Abrahah, membuat sebuah gereja besar di Yaman. Ia menyombongkan apa yang sudah ia buat untuk mengalahkan kemegahan gereja di Roma dan Konstantinopel. Suatu hari, Ibnu Kinana, seorang penduduk Makkah, “mengotori” gereja tersebut. Karena tidak terima, Raja Abrahah memiliki rencana untuk menyerang Ka’bah.

Kisah ini menceritakan secara lebih rinci tentang penyerangan Ka’bah oleh pasukan bergajah yang berbarengan dengan lahirnya Nabi Muhammad seperti yang selalu kita baca di buku teks Pendidikan Agama Islam untuk siswa SD. Di kisah ini pula saya belajar bahwa orang yang fanatik dan saleh itu perbedaannya amat tipis. Seorang fanatik cenderung memiliki berhala. Bukan berhala dalam bentuk patung, akan tetapi berhala itu adalah kesombongan diri.


Ini adalah kali kedua saya membaca buku ini. Dan selalu ada pemahaman baru bagi saya. Sayang, buku sebagus ini tidak banyak di toko buku.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s