Diposkan pada Uncategorized

Mata Menatap, Obrolan Menetap

Mata menatap, obrolan menetap.

-Fiersa Besari

Kalimat di atas pertama kali aku dapat di suatu pagi di sebuah grup line komunitas Pecandu Buku awal 2016 lalu. Kala itu, Bung sedang menjelaskan mengapa pria akan tetap terlihat tampan walaupun sudah berkepala empat. Dulu, kami sering sekali membahas banyak hal yang sungguh, aku tidak akan pernah mendapatkannya di dalam persentasi guru maupun teman-teman sekelasku. Aku yang minim pengalaman soal hal-hal seperti itu senang-senang saja menyimaknya.

Aku ingat, salah satu penjelasan diskusi kala itu. “Dalam dunia hewan, yang bertugas berburu dan mencari pasangan terbaik untuk anaknya kelak adalah sang jantan. Tugas betina hanya memilah. Lihatlah singa. Bukankah singa jantan yang memiliki rambut lebih lebat dan indah ketimbang singa betina? Untuk apa? Tentu untuk menarik perhatian betina. Begitu juga manusia, kan? Seharusnya, laki-lakilah yang memperjuangkan dan mencari calon ibu bagi anak-anaknya. Lalu, untuk apa wanita memakai make up? Sedangkan tugasnya hanya tinggal memilah.” Kemudian aku termenung.

Benar juga. Kebanyakan wanita berdandan, memakai ini-itu, hanya untuk mencari perhatian–meskipun memang ada yang memakai make up untuk beberapa kepentingan tertentu. Terkadang, beberapa dari mereka lebih mengutamakan apa yang ada di luar.

Agar lebih jelas. Coba kita gunakan analogi. Anggap wanita adalah buku di toko buku dan laki-laki adalah pembeli. Jika kamu seorang pembeli, apa syarat-syarat buku yang akan kamu buat buat buku tersebut? Aku pribadi, aku akan membeli buku yang jelas masih dibungkus rapi. Karena dengan begitu, aku memiliki jaminan yang ada di dalamnya masih utuh. Kemudian, ketika melihat-lihat buku, hal yang paling pertama kita lihat adalah sampul. Kemudian kita baca judul buku dan penulis buku tersebut. Jika kita rasa tertarik, maka kita akan membaca bagian blurb, yaitu bagian sampul belakang buku. Oke, sepertinya buku ini bagus. Aku akan beli. Dan ketika selesai membaca, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi. Kau akan begitu mencintai isi buku itu atau kau akan menyesal telah membaca bukunya.

Tapi, aku tidak ingin menjadi seperti buku yang aku sebutkan di atas. Aku ingin buku yang kau cari di toko buku karena kau sudah punya tujuan bahwa akulah yang akan kau beli. Jika kau pusing. Begini, aku ingin kau seperti ketika aku membeli bukunya Ernest Hemingway yang berjudul The Old Man and The Sea. Aku tahu itu buku bagus. Maka aku bertanya dan mencari di mana aku bisa dapatkan buku itu. Saat membeli, aku tidak peduli bagaimana sampul buku itu. Karena buku itu sudah diterbitkan oleh banyak penerbit sehingga berbeda-beda. Lalu aku beli , kubawa pulang dan aku baca. Setelah selesai membacanya, aku bersyukur tidak merasa rugi sudah menyisihkan uangku untuk membelinya. Aku mengenang baik buku itu, aku jatuh cinta pada isi buku itu. Bahkan, di mana pun aku menemukan buku itu dengan sampul yang berbeda, aku tetap menyukainya.

Begitulah aku ingin tumbuh. Aku ingin menjadi sosok yang kau cintai bukan karena sampulnya. Aku ingin menjadi sosok yang bisa kau ajak berdiskusi di beranda sambil menikmati secangkir cappucino dan menikmati senja. Aku ingin menjadi sosok yang tetap kau cintai meskipun seluruh tubuhku sudah keriput. Aku ingin jadi co-pilot-mu, bukan penumpang pesawatmu. Ketika kau bertanya, “Akan dibawa ke mana pesawat ini?” aku tidak akan berkata terserah. Aku co-pilot-mu. Aku ingin membantumu mencari jalan keluar bersama. Aku ingin menjadi pendekor ruangan, pendongeng, koki, menejer keuangan, guru, penulis, seniman, model, dan itu semua baru bisa aku lakukan jika aku menjadi teman hidupmu.

Di sini, aku sedang berjuang. Aku yakin kau juga begitu. Mereka bilang, jodohmu adalah cerminmu? Maka aku akan menuntut banyak akan diriku sebelum aku menuntut banyak padamu.

Jadi, untuk “Kamu” yang masih samar dalam bayangan, yang entah siapa di masa depan, sampai bertemu.

Tabik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s