Diposkan pada puisi

Jurang Tak Berdasar

-Teruntuk jurang tak berdasar-

Tidak ada jurang yang mendorong seseorang untuk jatuh ke dalamnya.
Yang bodo hanyalah orang ceroboh di sekitarnya.
Tapi, bukankah hidup ini takdir?
Bahkan sekuat apapun usahaku agar tidak jatuh, takdir sudah tertulis.

Kau tidak pernah dengan sengaja membuatku jatuh.
Aku yang naif.
Tanpa perlawanan membiarkan begitu saja kaki ini melangkah lalu terjatuh begitu dalam.

Sampai saat ini aku belum menemukan dasarnya. Agar aku mulai memanjat dan pergi jauh.
Dan aku tak bisa menyalahkanmu atas semua yang sudah aku lakukan.

Dan malam itu aku merasa seperti manusia.
Rasanya mata akan banjir.
Dan tumpahlah semua.

Terungkaplah jawaban atas segala pertanyaan.
Seperti ditusuk.
Tapi tak apa.
Aku tahu semua ini aku yang salah.

Dan aku berkata pada mereka bahwa aku tak apa dan akan melupakanmu.
Rasanya aku ingin membencimu.
Rasanya aku ingin mengubur semua kenangan.
Tapi ketika aku melihat kebelakang, aku melihat perjuanganku tersenyum di sana.

Dan di hadapanmu aku tersenyum.
Bukan untuk berlagak kuat.
Aku hanya tak tahu  harus berbuat apa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s