Diposkan pada Uncategorized

Gemintang

Ketika awan tersapu bersih dari langit malam, sehingga rasi bintang terlihat jelas, dia selalu berdiri di atap mengadah lama-lama. Merasakan angin malam melewatinya, menyentuh pipinya dengan lembut dan berbisik pada malam “Terima kasih banyak.”

Dia berfikir bahwa hampir semua orang menyukai langit berbintang. Itu adalah cerminan dari salah satu sifat mematikan manusia: menyukai hal-hal yang gemerlap, berkilau, indah.

Tapi tidakkah orang-orang itu berfikir bahwa sesungguhnya keindahan langit malam berbintang adalah karena tidak adanya sinar mentari, karena kehadiran si “gelap” tentunya. Dan atas kuasa-Nya juga, itu sudah pasti. Bahwa bintang-bintang tidak akan menjadi berkilau–bahkan tidak akan kasat mata–ketika siang hari. 

Ya, begitulah manusia. Mereka hanya menyukai yang tampak tanpa menelaah lebih dalam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s