Diposkan pada puisi, true story

Puisi

Pernahkah kau mendengar?
“Mulutmu akan belepotan oleh puisi ketika patah hati. ”
Awalnya aku menertawakannya.
Tapi sekarang, aku benar merasakannya.

Klausa dan frasa itu mengalir begitu saja.
Seperti air liur yang tidak bisa di hentikan.
Bait – bait itu tertulis begitu saja.
Seperti kuku yang tumbuh begitu saja.

Jadi jangan pernah merasa aneh,
Ketika aku tiba-tiba menulis banyak puisi.
Semua itu terjadi begitu saja,
Tanpa bisa ditahan, apalagi dihentikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s