Diposkan pada puisi, true story

Bulan dalam Air

Aku sama seperti orang kebanyakan,
Takut akan gelap dan kesepian,
Suka langit malam bertabur bintang,
Menjadi paranoid ketika bulan purnama datang.

Aku hanya sering memimpikan nya,
Di bawah langit malam dengan bulan penuh,
Di tepi danau atau sungai,
Menatap bulan yang terpantul dalam air, bersamamu.

Bayangan putih di atas air biru pekat,
Bergelombang memecah bentuk,
Tak banyak yang tertarik pada nya,
Tapi aku menyukai nya.

Bukankah seharusnya kau sudah tahu,
Bahwa aku hanya si pemimpi,
Yang menganggap dunia selalu lebih indah,
Ketika matanya tertutup.

Aku hanya manusia yang selalu bersembunyi
Dibalik kata-kata dan catatan – catatan
Dibalik klausa dan frasa
Berharap akan ada yang mengerti akan nya.

Bayangan bulan yang terpantul dalam air itu,
Dimana aku bisa menemukan nya?
Sedang disini tak ada tempat seindah itu.
Mungkin di matamu, aku akan menemukan nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s