Diposkan pada Uncategorized

Terima Kasih

Tidak terasa, ya? Sudah hampir satu tahun sejak pertama kali melihatmu di depan tong sampah.
Bagaimana sekarang?
Mau mengingat kembali?
Atau mau dengar cerita versi diriku sendiri?
Mungkin sedikit berbeda dengan versimu.
Ya, setiap orang punya sudut pandang masing-masing.
Kurang lebih beginilah ceritanya.

Kau berjalan di depan pagar rumah tepat ketika aku sedang membuka pintu. Kebetulan? Bukan, itu rencana-Nya.
Kau berdiri tepat di depan tong sampah ketika aku akan membuang sampah.
Lalu aku bilang permisi.
Kau tersenyum dan menyingkir.
Aku tertarik.
Tapi aku belum yakin, maka aku permisi untuk kembali ke beranda rumah.
Ketika aku akan masuk, kau memanggil. Aku berbalik. Tapi tak berkata apa-apa. Membingungkan.
Aku melihatmu jauh lebih menarik dari sini.
Dengan segenap keberanian yang aku punya, aku menawarimu untuk mampir. Ah, mungkin ini terdengar agak sedikit nakal.
Kau tidak melangkah barang satu mili pun. Kau diam.
Kau berpaling dan pergi.
Melewati jalan depan rumah beberapa kali lagi.
Tak ada yang berubah.
Sampai saat ini aku hanya pengamat, penguntit. Menyebalkan!
Tapi, walaupun ketika aku menawarimu untuk masuk dan kau menerima ajakan itu, percayalah, aku hanya akan membiarkanmu masuk hanya sampai depan pagar dan kau tidak boleh melangkah barang satu mili lagi pun.

Tapi, bagaimanapun juga, terima kasih. Terima kasih karena pernah mampir. Oh, bukan mampir. Hanya melewati.

Sekali lagi terima kasih karena telah memberi kenangan indah selama satu tahun terakhir.

Terima kasih karena telah dilahirkan.

Semoga kau mengerti cerita konotasi yang kutulis tadi. Aku pikir kau cukup cerdas untuk mengerti.

Sekali lagi,
Terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s