Diposkan pada true story

Malaikat Tanpa Sayap

Malaikat.

Wajahnya meneduhkan. Senyum tulus yang terlukis diantara keriput di wajahnya sangat meneduhkan. Ketika jauh, kacau, cukup pejamkan matamu dan bayangkan wajahnya. Dan seketika kau ingat bahwa ia selalu ada untuk kita—untuk menjaga dan mendoakan kita.

Malaikat.

Pundaknya selalu ada untuk kita. Pelukan hangatnya selalu menyambut kita—saat kita berhasil atau gagal, atau bahkan ketika kita kecewa. Membelai lembut rambut kita dengan kalimat menenangkan. Sungguh, dia seperti obat.

Tatapan matanya. Lihat! Betapa jernihnya mata itu. Basah, bening, walaupun mungkin sudah sering ia menangis karena kita. Tapi tetap saja mata itu…

Malaikat.

Dia tidak pernah memikirkan apakah ia bisa makan atau tidak. Ia hanya memikirkan apakah kita bisa makan dan terus hidup?

Malaikat.

Dia adalah yang paling sibuk ketika kita sakit. Tidak akan tidur sampai kita sembuh.

Tapi… malaikat itu tidak punya sayap. Ia punya kekurangan.

Banyak biacara. Kadang bosan mendengar celotehannya. Kadang menutup telinga ketika ia marah dan menasihati. Terkadang juga membangting pintu dan mengurung diri di kamar saat ia marah. Atau tidak menyapanya sepanjang hari karena kita marah.

Marah ketika kita dilarang pergi bermain. Merengek. Atau ketika ia memarahi kita, kita memiliki rasa dongkol terhadapnya. Ya, tapi akan berlalu begitu saja.

Terkadang ia tak lebih pintar dari kita. Tapi dia lebih tahu.

Jika suatu hari nanti, ketika kalian dewasa dan menghasilkan uang dari keringat kalian sendiri, dan kalian ingin membalas jasa malaikat itu. Percayalah, bahwa jika diri kalian dikuliti, itu masih belum cukup untuk membalas jasa malaikat itu.

Dan malaikat itu tidak pernah meminta balasan. Ia hanya ingin doa kita ketika ia telah pergi terlebih dahulu. Simpel.

Di dunia ini ada banyak manusia yang ibunya telah pergi. Lalu aapakah hari ini tidak berlaku untuk mereka?

Ibu, pakah hari ini adalah hari yang memperingati semua tentangmu? Lalu esoknya kembali melupakanmu? Aku harap bukan.

Selamat hari ibu.

Iklan

2 tanggapan untuk “Malaikat Tanpa Sayap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s