Diposkan pada Uncategorized

Sometimes When We Meet

Hanya saling melihat dengan malu. Menerka-nerka satu sama lain. Antara senang dan takut.  Tak ada yang mau mengalah. Hingga yang satu lelah bersembunyi.

 

Mungkin kamu tahu itu. Kamu tahu dari para pengadu yang setia. Membeberkan rahasia intim sebelah pihak. Kamu tahu, tapi tak yakin dan terus menerka-nerka.

Beberapa detik dalam hidup, kita berdiri bersandingan. Kamu lebih depan, aku sedikit lebih belakang. Aku pakai pakaian warna gelap, kamu pakai yang paling gelap. Kamu tersenyum tipis, aku tersenyum lebar. Terkesan memaksa, tapi begitulah adanya, begitulah inginnya. Aku jahat dan tak manis.

 

Tak lama aku tumbang. Kamu peduli tapi egois. Hanya memandang dengan rasa iba? Begitulah.

 

Lama tak jumpa. Aku tak bertambah baik. Namun bertambah sehat. Kita bertemu, saling tak mengenali.

Keluar, mengintip malu-malu. Melihat dari balik pintu. Sangat menjijikkan. Tapi lebih menjijikkan kamu.

 

Ketika kita bertemu, aku langsung berbalik.

Ketika kita bertemu, bibir memaksa sunggingan senyum.

Dan.

Ketika kita bertemu, satu hal yang pasti adalah:

kita tidak saling kenal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s