Diposkan pada Uncategorized

Yang Tidak Bisa Kamu Lihat

Matahari. Bulan. Bintang. Awan. Pohon. Burung. Gedung. Buku. Wajahku. Semuanya bisa kau lihat dengan matamu yang telanjang.

Dingin, panas, kasar, halus, lunak, keras, licin, kesat. Semuanya bisa kau rasakan dengan permukaan kulitmu.

Kulit putih, kulit hitam, wajah halus, wajah berminyak, tinggi, pendek, cantik, biasa saja. Semuanya bisa kau nilai dengan mata dan otakmu.

Baik hati, jahat, jujur, pembohong, sombong, rendah hati, judes, ramah, pendiam, cerewet, pemalu. Semuanya bisa kau nila dengan mata, hati, otak dan pengalamanmu.

Aku. Bagaimana denganku? Bisakah kau menilaiku? Bagaimana kau menilaiku? Dengan melihatku samar dari ambang pintu kelasmu? Dengan mendengarkan bagaimana aku dari mulut temanmu? Atau menilai bagaimana aku berjalan dan tersenyum?

Dengan cara apapun, kau bisa menilai. Begitu juga aku, bisa menilaimu dengan cara apapun. Tapi tidakkah kau lelah untuk terus menerka-nerka bagaimana aku? AKU SANGAT LELAH!!

Disini, ada banyak hal yang tidak bisa kamu lihat. Ada banyak yang tidak bisa kamu nilai dalam waktu sekejap. Kau tanya “lalu bagaiamana?”.

Jawabannya : ini hanya masalah waktu dan keberanian.

Diposkan pada Uncategorized

Sometimes When We Meet

Hanya saling melihat dengan malu. Menerka-nerka satu sama lain. Antara senang dan takut.  Tak ada yang mau mengalah. Hingga yang satu lelah bersembunyi.

 

Mungkin kamu tahu itu. Kamu tahu dari para pengadu yang setia. Membeberkan rahasia intim sebelah pihak. Kamu tahu, tapi tak yakin dan terus menerka-nerka.

Beberapa detik dalam hidup, kita berdiri bersandingan. Kamu lebih depan, aku sedikit lebih belakang. Aku pakai pakaian warna gelap, kamu pakai yang paling gelap. Kamu tersenyum tipis, aku tersenyum lebar. Terkesan memaksa, tapi begitulah adanya, begitulah inginnya. Aku jahat dan tak manis.

 

Tak lama aku tumbang. Kamu peduli tapi egois. Hanya memandang dengan rasa iba? Begitulah.

 

Lama tak jumpa. Aku tak bertambah baik. Namun bertambah sehat. Kita bertemu, saling tak mengenali.

Keluar, mengintip malu-malu. Melihat dari balik pintu. Sangat menjijikkan. Tapi lebih menjijikkan kamu.

 

Ketika kita bertemu, aku langsung berbalik.

Ketika kita bertemu, bibir memaksa sunggingan senyum.

Dan.

Ketika kita bertemu, satu hal yang pasti adalah:

kita tidak saling kenal.

Diposkan pada Uncategorized

Hai.

Hai. Namaku Vini.

Hai. Kamu bisa panggil aku Ama.

Hai. Aku baru bertemu kamu di SMA.

Hai. Aku mau jadi temanmu.

Hai. Senyummu manis.

Hai. Matamu sipit tapi tidak sepet.

Hai. Mau kah kamu jadi temanku?

Aku rasa aku menyukaimu.