Diposkan pada Fan Fiction

[Fan Fiction] ONE OK ROCK – LIAR

There is nothing left to bleed
My heart can’t take this anymore

-ONE OK ROCK- LIAR

Pesta. Merayakan keberhasilan akan sesuatu yang telah dicapai oleh sebuah band. Sukses show dalam acara festival musim panas yang lalu. Taka, Toru, Tomoya dan Ryota  merayakan pesta kecil di rumah Ryota. Kebetulan Ryota pintar memasak.

Taka duduk memandangi gelas yang ada dihadapannya. Masih teringat kejadian setahun lalu. Kini, nama band nya semakin besar. Setahun berlalu sejak show itu. Show dimana Taka harus kehilangan Amane.

“Taka, come on!” seru Toru. “Hidup itu nggak bisa berjalan kalau kamu masih terbayang-bayang masa lalu.” Tegas Toru.

“Kamu nggak ngerti.” Jawab Taka datar.

“Tapi, bukan berarti kamu harus sedih terus, kan?” timpal Toru.

“Gima kalau aku kenalin sama temen artis lain?” usul Tomoya yang tangannya melingkari pundak Taka. Ekspresi wajah Tomoya seperti orang mabuk. Tapi, memang begitu adanya.

Ya. Mereka sudah terkenal. Banyak kenalan artis? Itu sangat wajar, bukan?

“Kalian akan aku traktir ramen, takoyaki, dorayaki, apapun itu, jika kalian benar-benar bisa mencari sosok wanita yang bisa membuat aku jatuh cinta lagi.”

“Yang benar?” Toru langsung , menoleh.

“Tapi aku yakin kalian tidak bisa.” Kata Taka dengan sombongnya, menantang ketiga temannya.

“Baik. Kita lihat saja nanti.” Kata Tomoya, menerima tantangan dari Taka.

**

Tomoya, bekerja sama dengan Ryota dan Toru untuk mencari sosok perempuan yang bisa membuat Taka jatuh cinta kembali. Mereka berusaha mencari yang sesuai kriteria Taka, yang Taka sukai. Tomoya , Ryota dan Toru sudah memilih beberapa calon dari setiap kategori. Mulai dari mahasiswi, pegawai kantoran, penyanyi, penari, DJ, musisi dan personil girlband yang Tomoya kenal.

Taka meladeni permintaan temannya itu untuk kencan dengan wanita yang mereka pilih. Taka sudah kencan, berkenalan dengan wanita-wanita yang dipilih tiga temannya mulai dari mahasiswi sampai dengan musisi. Namun, tak ada wanita yang bisa membuat Taka jatuh cinta lagi.

Wanita yang terakhir berkenalan adalah Hime. Seorang gitaris perempuan dari sebuah band rock. Dia tinggi, cantik, berambut hitam panjang, jago bermain gitar, enak diajak ngobrol, tapi Taka tidak memiliki perasaan yang ‘aneh’ ketika bertemu dengan Nana.

Nana. Itu adalah wanita pilihan Tomoya yang terakhir. Dia adalah personil girlband yang belum begitu terkenal. Hime seumuran dengan Taka. Rambut se-dada, hitam legam. Kulitnya putih, giginya rapi. Taka pun akan kencan buta dengan Hime. Sebatas mengobrol dan saling kenal.

Nana sudah duduk disebuah meja café malam itu. Memakai gaun selutut berwarna ungu, sepatu hak tinggi berwarna merah jambu. Nampak anggung dengan rambut diurai. Ketika Taka masuk ke dalam café, Nana melambaikan tangan. Taka menghampiri.

“Nana?”

Nana hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Sudah menunggu lama?” Taka menarik kursi dan duduk di hadapan Nana.

“Ah, nggak kok.” Nana tersenyum.

“Maaf kalau buat kamu menunggu lama.”

Taka memesan minuman. Ia memperhatikan Nana.

“Kau terlihat lebih anggun dari personil girlband yang aku tahu.” Taka mengomentari.

“Ah, terimakasih.” Nana tersipu.

“Sebelum acara kencan buta ini berlanjut. Ada satu pertanyaan yang sangat penting dan harus kau jawab dengan jujur.” Taka mengajukan syarat.

“Hm? Apa itu?”

“Kamu belum punya pacar ‘kan?” taka menatap Nana. Berusaha mengunci tatapan mata Nana.

“Te…” mata Nana mengalihkan diri dari tatapan Taka yang begitu kuat. “Tentu saja belum.”

Taka tersenyum.  Duduk menyandar lebih santai. Melanjutkan obrolan hangat dimalam itu.

Para bintang menemani bulan yang bersinar bulat sendirian pada malam pekat itu. Langit malam itu, bersediakah kau menjadi saksi pertemuan mereka?

Taka tertarik pada Nana. Bukan hanya dari fisik Nana, tapi tutur katanya yang membuat Taka mulai membuka hati pada Nana. Hampir setiap malam mereka berhubungan melalui akun social media, pesan singkat, dan lain-lain.

Perkenalan antara Taka dan Nana sudah berjalan dua bulan. Perasaan Taka mulai bisa terbuka untuk Nana. Nana pernah memberitahu Taka kapan hari ulangtahunnya. Dua hari sebelum ualngtahun Nana, Taka pergi ke sebuah toko perhiasan. Taka berniat untuk membeli sebuah kalung untuk hadiah ulangtahun Nana. Taka berencana untuk mengungkapkan perasaannya di hari ulang tahun Nana.

Ketika Taka masuk kedalam sebuah toko perhiasan, Taka berdiri terpaku. Mulutnya beku, darahnya berhenti mengalir untuk beberapa detik. Matanya tak bisa berkedip. Yang ada dihadapannya saat itu adalah Nana yang ia kenal sedang menggandeng tangan seorang lelaki bertubuh tinggi gagah.

Taka berjalan menghampiri Nana.

“Nana?”

Nana lansung memutar badan. Matanya bergetar. Sendi-sendi kaknya melemas.

“Kau? Sedang apa disini?” tanya Taka dengan suara agak parau.

“Kenalkan. Calon tunangan Nana.” Lelaki gagah itu mengenalkan dirinya kepad Taka.

“Anda ini Taka dari One Ok Rock ‘kan?” tanya laki-laki itu.

“Ya. Kalau begitu. Aku duluan, ya.”

Taka langsung pergi meninggalkan tempat itu. Berjalan lemas. Nana hanya diam menatap Taka pergi. Tak mengucapkan sepatah katapun.

“Dasar bodoh! Bisa-bisanya kau tertipu oleh perempuan semacam itu, Taka? Kau benar-benar bodoh!” Taka menghina dirinya sendiri.

“Dasar pembohong! Kemana kata-kata manis yang keluar dari bibir itu selama ini? Ilusi kah? Seharusnya aku sudah menyadari itu dari sebekumnya!”

“Cukup! Ini tidak bisa diterima lagi.”

Taka berjalan dengan hati bercucuran darah namun tak nampak dari luar tubuhnya. Mengepal kuat tangannya. Matanya melemah. Ia bagaikan seorang mayat hidup saat itu.

——

Bagi yang mau copas, silakan sertakan link fanfiction ini ya 🙂 Berbagi dengan saling menghargai itu indah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s