Diposkan pada Uncategorized

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (day 1 : Pahlawan)

Hari itu, Irman mengajar di kelas VIII-A. Diantara puluhan muridnya, ada satu yang membuatnya bertanya-tanya “mengapa Desi selalu terlihat lelah, tak bersemangat, dan seperti tidak pernah tidur tiap malam?”

“Desi, sini nak! “

“Ya, pak?”

“Kalau boleh tahu, apa kamu ada masalah keluarga?”

“Sebenarnya, setelah ayah saya meninggal, saya menjadi kuli angkat barang di pasar dini hari sebagai tambahan dana saya sekola.”

“Begitu kah?” Irman termengu.

“Ya.”

Keesokan harinya, Desi datang dengan seragam kusut agak kusam. Ia duduk di bangkunya, namun terlihat sebuah bingkisan tergeletak diatasnya. “Apa ini?”

Saat ia membukanya, ternyata sebuah seragam sekolah dan uang tunai yang sangat membantunya. Dan didalamnya tertulis “jangan menyerah, nak! Semangat sekolah dan jangan lesu lagi!”

Ia pun tahu siapa pengirimnya “Terimakasih, pak.” Desi meneteskan air mata terharu karena ia tahu, Pak Irman bernasib sama sepertinya, tak berlebih harta. Itulah guru, pahlawan tanpa tanda jasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s